Minggu, 16 Desember 2012

judul 2


HUBUNGAN PENGGUNAAN AIR SUNGAI SEBAGAI AIR MANDI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI TENGGARONG

Abstrak:
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan  penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian kejadian penyakit kulit pada masyarakat yang berada di diaerah sungai tenggarong.
           Tahapan rancangan penelitian ini antara lain adalah menetapkan rumusan masalah dan melakukan observasi tempat penelitian, Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan antara penggunaan air sungai. Design penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan cara pendekatan,observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta hanya mengkaji masalah-masalah keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung atau informasi data yang akan dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
           Air sungai adalah sumber air bagi kebutuhan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya,tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung.Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari,terutama untuk digunakan sebagai air minum,memasak,mencuci,dan mandi.Kebutuhan air yang paling dominan digunakan untuk mandi dan cuci sehingga volume air untuk memenuhi kebutuhan tersebut terus meningkat,seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Banyak di antara mereka yang kurang mengerti akan kebersihan lingkungan dan makin bertambahnya pemukiman disekitar aliran sungai, menyebabkan kondisi sungai mengalami banyak penurunan dalam hal kualitas mutu air.  
        Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian,karena untuk mendapatkan air bersih sesuai  dengan strandar,karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia,baik bagi limbah rumah tangga,limbah industri dan kegiatan-kegiatan lainnya.Dan ketergantungan manusia terhadap air pun semakin bertambah .
        Kurangnya perhatian dari pemerintah tentang pengelolaan kebersihan air sungai saat ini,dan dari masyarakat akan pelestarian lingkungan dan pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri,pencemaran serta tercemarnya air sungai tidak hanya merugikan masyarakat yang mendiami daerah bantaran sungai bagi masyarakat yang tinggal didaerah sungai saja akan tetapi layaknya seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir yang berarti membawa dampak-dampak negatif bagi masyarakat lain.
        Dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat akibat pencemaran air sungai,sebagai kebutuhan sehari-hari seperti mandi,maysarakat didaerah tersebut masih melakukan air sungai sebagai air untuk kebutuhan mandi karena kurangnya kersediaan air,tapi masyarakat setempat tidak peduli dengan dampak negatif bagi kesehatan,seperti terkena penyakit kulit. 


B. Rumusan Masalah
1.      Apakah ada hubungan penggunaan air sungai sebagai air mandi terhadap kejadian penyakit kulit
2.      Bagaimana hunungan penggunaan air sungai sebgaia air mandi terhadap kejadian penyakit kulit

C. TUJUAN
1.      Untuk mengetahui apakah Penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
2.      Untuk mengetahui bagaimana saja pengaruh penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
3.      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
   D. Manfaat
1.      Manfaat bagi pemerintah
        Sebagai bahan masukan dan sumber informasi bagi pemerintah,tentang pengaruh penggunaan air sungai sebagia air mandi dengan kejadian penyakit kulit
2. manfaat ilmiah
        Sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengelolaan air sungai terutama pada masyarakat dengan kejadian penyakit kulit
3. manfaat peneliti
        Merupakan pengalaman dan mengasah wawasan peneliti mengenai hubungan penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

B. Penyebab pencemaran sungai
    Sumber polusi air sungai antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
    Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.
    Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.

C. Dampak dari pencemaran air sungai
Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam .


1. Dampak terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :
a) air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen
b) air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
c) jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri
d) air sebagai media untuk hidup vector penyakit



2. Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat mengurangi estetika.

D. Cara Mengatasi / Upaya Pelestarian Daerah Aliran Sungai
1.    Tidak buang air di sungai
Buang air kecil dan air besar sembarangan adalahperbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan medium yang paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.
 2.  Tidak membuang sampah di sungai
Sampah yabng dibuang sembarangan di sungaiakan menyababkan aliran air di sungai terhambat. Selain itu juga sampah akan menyebabkan sungai cepaa dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di musim penghujan sampah juga membuat sungai tampak kotor menjijnikan dan terkontaminasi
3.  Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
Tempat yang paling mudah untuk membuang limbah industri atau limbah rumah tangga berupa cairan adalah dengan mambuangnya kesungai namun apakah limbah itu aman? Limbah yang dibuang secara asal-asalan tentu saja dapat menimbulkan pencemaran mulai dari bau yang tidak sedap, oencemaran air gangguan penyakit kulit serta masih banyak lagi.

Maka oleh karena itu Dalam keseharian kita, kita dapat mengurangi pencemaran air, dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap hari (minimize), mendaur ulang (recycle), mendaur pakai (reuse).
Kita pun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi “masyarakat kimia”, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya.
Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana. Sebagai contoh, kritis terhadap barang yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadi sumber pencemar yang persisten, eksplosif, korosif dan beracun, atau degradable (dapat didegradasi) alam ? Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia, hewan, dan tumbuhan, aman bagi mahluk hidup dan lingkungan ?

Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Walaupun demikian, langkah pencegahan tentunya lebih efektif dan bijaksana.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A.    Jenis Penelitian
          Penelitian ini bersifat deskristif analitik.Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan antara sikap penggunaan air sungai sebagai air mandi. Design penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan cara pendekatan,observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta hanya mengkaji masalah-masalah keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung atau informasi data yang akan dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.

B.     Populasi  dan Sampel
1.      Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang beradas didaerah sekitar sungai yang terdiri dari 100 masyarakat yang berada didaerah sungai di tenggarong
2.      Sampel
Penelitian ini menggunakan cara non probability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara purposive didasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2002).

C.    Variabel Penelitian
1.      Variabel bebas (independent variable) adalah penggunaan air sungai sebagai air mandi
2.      Variabel terikat (dependent variable) adalah penyakit kulit.
3.      Variabel pengganggu (confounding variable) adalah usia, lama bekerja dan pendidikan,






D.    Tehnik Pengumpulan Data
       Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti, dengan mendatangi Dinas Pekerjaan Umum yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Responden yang memenuhi syarat dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini akan diberi penjelasan oleh peneliti tentang cara mengisi kuesioner. Kuesioner diisi sendiri oleh responden saat itu juga dan setelah selesai diambil kembali oleh peneliti.
Tahapan dalam pengumpulan data dengan cara :
1)      Editing
Dilakukan untuk mengetahui lengkap, jelas, relevan dan konsistennya jawaban dalam kuesioner yang telah diisi oleh responden.
2)      Koding
Merubah data yaitu jawaban yang berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka. Kemudian dimasukkan dalam tabel dan memberikan kategori sering dan tidak sering untuk variabel penggunaan air sungai sebagai air mandi. Sedangkan untuk variabel penyakit kulit dikategorikan menjadi menderita dan tidak menderita.
3)      Entry
Memasukkan data yang ada ke dalam program komputer.

H.     Rencana Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam mengolah data yang didapat yaitu menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 13 for windows yaitu program yang digunakan untuk membuat dan mendistribusikan informasi hasil pengolahan data statistik untuk mengambil suatu keputusan (Singgih, 2001)









Abstrak:
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan  penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian kejadian penyakit kulit pada masyarakat yang berada di diaerah sungai tenggarong.
           Tahapan rancangan penelitian ini antara lain adalah menetapkan rumusan masalah dan melakukan observasi tempat penelitian, Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan antara penggunaan air sungai. Design penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan cara pendekatan,observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta hanya mengkaji masalah-masalah keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung atau informasi data yang akan dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar