HUBUNGAN
PENGGUNAAN AIR SUNGAI SEBAGAI AIR MANDI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI
TENGGARONG
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah ada hubungan
penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian kejadian
penyakit kulit pada masyarakat yang berada di diaerah sungai tenggarong.
Tahapan rancangan penelitian ini antara
lain adalah menetapkan rumusan masalah dan melakukan observasi tempat
penelitian, Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan antara penggunaan air sungai. Design penelitian yang digunakan
adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi
antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan cara pendekatan,observasi atau
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta hanya mengkaji masalah-masalah
keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung atau informasi data yang akan
dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Air sungai adalah sumber air bagi
kebutuhan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya,tanpa air kehidupan
tidak dapat berlangsung.Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari,terutama
untuk digunakan sebagai air minum,memasak,mencuci,dan mandi.Kebutuhan air yang
paling dominan digunakan untuk mandi dan cuci sehingga volume air untuk
memenuhi kebutuhan tersebut terus meningkat,seiring dengan bertambahnya jumlah
penduduk Banyak di antara mereka yang kurang mengerti akan kebersihan
lingkungan dan makin bertambahnya pemukiman disekitar aliran sungai,
menyebabkan kondisi sungai mengalami banyak penurunan dalam hal kualitas mutu
air.
Dewasa ini air menjadi masalah yang
perlu mendapat perhatian,karena untuk mendapatkan air bersih sesuai dengan strandar,karena air sudah banyak
tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia,baik bagi
limbah rumah tangga,limbah industri dan kegiatan-kegiatan lainnya.Dan
ketergantungan manusia terhadap air pun semakin bertambah .
Kurangnya perhatian dari pemerintah
tentang pengelolaan kebersihan air sungai saat ini,dan dari masyarakat akan
pelestarian lingkungan dan pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri,pencemaran
serta tercemarnya air sungai tidak hanya merugikan masyarakat yang mendiami
daerah bantaran sungai bagi masyarakat yang tinggal didaerah sungai saja akan
tetapi layaknya seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir yang berarti
membawa dampak-dampak negatif bagi masyarakat lain.
Dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat
akibat pencemaran air sungai,sebagai kebutuhan sehari-hari seperti
mandi,maysarakat didaerah tersebut masih melakukan air sungai sebagai air untuk
kebutuhan mandi karena kurangnya kersediaan air,tapi masyarakat setempat tidak
peduli dengan dampak negatif bagi kesehatan,seperti terkena penyakit kulit.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah ada hubungan penggunaan air
sungai sebagai air mandi terhadap kejadian penyakit kulit
2. Bagaimana hunungan penggunaan air
sungai sebgaia air mandi terhadap kejadian penyakit kulit
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apakah Penggunaan air
sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
2. Untuk mengetahui bagaimana saja
pengaruh penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
3. Untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh penggunaan air sungai sebagai air mandi dengan kejadian penyakit kulit
D. Manfaat
1. Manfaat bagi pemerintah
Sebagai bahan
masukan dan sumber informasi bagi pemerintah,tentang pengaruh penggunaan air
sungai sebagia air mandi dengan kejadian penyakit kulit
2. manfaat ilmiah
Sebagai
penerapan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengelolaan air sungai terutama
pada masyarakat dengan kejadian penyakit kulit
3. manfaat peneliti
Merupakan pengalaman dan
mengasah wawasan peneliti mengenai hubungan penggunaan air sungai sebagai air
mandi dengan kejadian penyakit kulit
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
B. Penyebab pencemaran sungai
Sumber polusi air sungai antara lain limbah industri, pertanian dan
rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu :
bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan
oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah
pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang
mengandung radioaktif dan panas.
Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh
para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain
secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan
yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah
dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena
sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.
Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai
terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan
menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan
tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat.
Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.
C. Dampak dari pencemaran air sungai
Pencemaran air dapat berdampak sangat
luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi
penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan
akibat hujan asam .
1. Dampak terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit
menular bermacam-macam antara lain :
a) air sebagai media untuk hidup
mikroba pathogen
b) air sebagai sarang insekta
penyebar penyakit
c) jumlah air yang tersedia tak
cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri
d) air sebagai media untuk hidup
vector penyakit
2. Dampak terhadap estetika
lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic
yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin
tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan
yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak
juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan
tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan
menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat mengurangi
estetika.
D. Cara Mengatasi / Upaya Pelestarian
Daerah Aliran Sungai
1.
Tidak buang air di sungai
Buang air kecil dan air besar
sembarangan adalahperbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau urin yang
dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan medium yang
paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang
berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di
sungai.
2. Tidak
membuang sampah di sungai
Sampah yabng dibuang sembarangan di
sungaiakan menyababkan aliran air di sungai terhambat. Selain itu juga sampah
akan menyebabkan sungai cepaa dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di
musim penghujan sampah juga membuat sungai tampak kotor menjijnikan dan
terkontaminasi
3.
Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
Tempat yang paling mudah untuk
membuang limbah industri atau limbah rumah tangga berupa cairan adalah dengan
mambuangnya kesungai namun apakah limbah itu aman? Limbah yang dibuang secara
asal-asalan tentu saja dapat menimbulkan pencemaran mulai dari bau yang tidak
sedap, oencemaran air gangguan penyakit kulit serta masih banyak lagi.
Maka oleh karena itu Dalam keseharian
kita, kita dapat mengurangi pencemaran air, dengan cara mengurangi jumlah
sampah yang kita produksi setiap hari (minimize), mendaur ulang (recycle),
mendaur pakai (reuse).
Kita pun perlu memperhatikan bahan
kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi
“masyarakat kimia”, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian
kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan
sebagainya.
Menjadi konsumen yang bertanggung
jawab merupakan tindakan yang bijaksana. Sebagai contoh, kritis terhadap barang
yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadi sumber pencemar yang persisten,
eksplosif, korosif dan beracun, atau degradable (dapat didegradasi) alam ?
Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia, hewan, dan
tumbuhan, aman bagi mahluk hidup dan lingkungan ?
Teknologi dapat kita gunakan untuk
mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan
air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan
substansi beracun dari air yang tercemar. Walaupun demikian, langkah pencegahan
tentunya lebih efektif dan bijaksana.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat deskristif
analitik.Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
antara sikap penggunaan air sungai sebagai air mandi. Design penelitian yang
digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika
korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan cara
pendekatan,observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta
hanya mengkaji masalah-masalah keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung
atau informasi data yang akan dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.
B.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat
yang beradas didaerah sekitar sungai yang terdiri dari 100 masyarakat yang
berada didaerah sungai di tenggarong
2.
Sampel
Penelitian ini menggunakan cara non probability
sampling dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara
purposive didasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,
ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo,
2002).
C.
Variabel Penelitian
1.
Variabel bebas (independent variable) adalah penggunaan air sungai
sebagai air mandi
2.
Variabel terikat (dependent variable) adalah penyakit kulit.
3.
Variabel pengganggu (confounding variable) adalah usia, lama bekerja dan
pendidikan,
D.
Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti, dengan mendatangi
Dinas Pekerjaan Umum yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Responden yang
memenuhi syarat dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini akan diberi
penjelasan oleh peneliti tentang cara mengisi kuesioner. Kuesioner diisi
sendiri oleh responden saat itu juga dan setelah selesai diambil kembali oleh
peneliti.
Tahapan dalam pengumpulan data dengan
cara :
1)
Editing
Dilakukan untuk mengetahui lengkap,
jelas, relevan dan konsistennya jawaban dalam kuesioner yang telah diisi oleh
responden.
2)
Koding
Merubah data yaitu jawaban yang
berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka. Kemudian dimasukkan dalam tabel
dan memberikan kategori sering dan tidak sering untuk variabel penggunaan air
sungai sebagai air mandi. Sedangkan untuk variabel penyakit kulit dikategorikan
menjadi menderita dan tidak menderita.
3)
Entry
Memasukkan data yang ada ke dalam
program komputer.
H.
Rencana Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan
dalam mengolah data yang didapat yaitu menggunakan program SPSS (Statistical
Product and Service Solutions) 13 for windows yaitu program yang digunakan
untuk membuat dan mendistribusikan informasi hasil pengolahan data statistik
untuk mengambil suatu keputusan (Singgih, 2001)
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan penggunaan air sungai sebagai air mandi
dengan kejadian kejadian penyakit kulit pada masyarakat yang berada di diaerah
sungai tenggarong.
Tahapan rancangan penelitian ini antara lain adalah menetapkan rumusan
masalah dan melakukan observasi tempat penelitian, Penelitian ini bermaksud
untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan antara penggunaan air sungai.
Design penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk
mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,dengan
cara pendekatan,observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat serta
hanya mengkaji masalah-masalah keadaan subyek pada waktu penelitian berlangsung
atau informasi data yang akan dikumpulkan hanya pada satu waktu tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar